PALI — Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2025–2030 bukan sekadar pergantian kepengurusan atau seremoni organisasi.
Lebih dari itu, momentum yang digelar pada 13 Agustus 2026 tersebut menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali semangat olahraga masyarakat di Bumi Serepat Serasan.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin sibuk, olahraga sering kali berada di urutan belakang. Karena itu, KORMI PALI membawa pesan sederhana namun menyentuh: olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa hidup lebih sehat, lebih bahagia dan lebih produktif.
Ketua KORMI Kabupaten PALI dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan tersebut harus menjadi awal sebuah gerakan, bukan akhir dari sebuah seremoni.
“Pelantikan hari ini bagi kami bukan sekadar seremoni pelantikan. Hari ini adalah titik awal sebuah gerakan. Gerakan untuk mengajak masyarakat Kabupaten PALI kembali menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.”
Ia menyadari bahwa membangun olahraga masyarakat tidak mungkin dilakukan seorang diri. Diperlukan kekompakan pengurus, dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, komunitas serta seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, kepengurusan KORMI PALI periode 2025–2030 berkomitmen memperkuat kelembagaan hingga tingkat kecamatan, memperbanyak kegiatan olahraga masyarakat, melestarikan olahraga tradisional, serta melahirkan berbagai event olahraga rekreasi yang dapat menjadi agenda rutin daerah.
Tidak berhenti di sana, KORMI juga menargetkan lahirnya atlet-atlet olahraga masyarakat yang mampu membawa nama PALI ke ajang Festival Olahraga Rekreasi Daerah maupun Festival Olahraga Rekreasi Nasional.
Sementara itu, Ketua KORMI Provinsi Sumatera Selatan Hj. Samantha Tivani, B.Bus., M.I.B., menegaskan bahwa keberadaan KORMI tidak boleh hanya terasa ketika ada pertandingan atau festival olahraga.
Menurutnya, KORMI harus menjadi organisasi yang benar-benar hidup di tengah masyarakat, menyentuh berbagai kelompok usia dan membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat dapat berolahraga dengan cara yang menyenangkan.
Samantha menekankan bahwa olahraga rekreasi harus mampu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita KORMI Sumsel untuk terus memperkuat olahraga masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.
Bagi Samantha, semakin banyak masyarakat yang bergerak, semakin besar pula peluang terciptanya masyarakat yang sehat, bugar dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
KORMI PALI juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara tentang jalan, gedung, jembatan maupun infrastruktur fisik.
Ada pembangunan yang jauh lebih penting dan sering tidak terlihat secara kasat mata: membangun manusia.
Masyarakat yang sehat akan lebih produktif. Anak-anak yang aktif berolahraga akan tumbuh dengan kebiasaan positif. Generasi muda yang mengenal olahraga tradisional akan memahami bahwa warisan budaya tidak boleh hilang ditelan zaman.
Karena itulah, KORMI PALI ingin menjadikan olahraga sebagai gerakan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bukan olahraga yang hanya mengejar medali, tetapi olahraga yang menghadirkan senyum. Bukan sekadar pertandingan, tetapi kebersamaan. Bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang menjaga tubuh, merawat persaudaraan dan menciptakan kebahagiaan.
Kepengurusan baru pun berharap dukungan Pemerintah Kabupaten PALI dan seluruh pemangku kepentingan terus mengalir, sehingga program-program olahraga masyarakat dapat benar-benar dirasakan hingga ke lapisan terbawah.
Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan KORMI bukan hanya berapa banyak event yang digelar atau berapa banyak prestasi yang diraih.
Tetapi seberapa banyak masyarakat PALI yang mulai bergerak, tersenyum, berkeringat dan menyadari bahwa menjaga kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan.
Dari PALI, gerakan itu diharapkan tumbuh.
KORMI PALI bergerak. Masyarakat sehat. PALI bugar. PALI berprestasi.(PA)


