Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Firdaus Hasbullah: Dari Jalanan Reformasi Menuju Kursi Pimpinan DPRD PALI

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-01T05:27:30Z


Pali || Tidak semua perjalanan hidup ditulis dengan kemudahan. Ada yang harus ditempuh melalui kegagalan, penolakan, dan perjuangan panjang sebelum akhirnya sampai pada tujuan. Kisah itulah yang tergambar dalam perjalanan hidup Firdaus Hasbullah, SH, MH, sosok yang kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2024–2029.


Lahir di Betung pada 7 Oktober 1977, Firdaus tumbuh seperti kebanyakan anak daerah lainnya. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di kampung halamannya sebelum merantau ke Palembang untuk melanjutkan pendidikan SMA. Namun perjalanan hidupnya tidak berhenti hanya pada bangku sekolah.


Saat menempuh pendidikan hukum, jiwa kritisnya mulai tumbuh. Dari Universitas Islam Bandung hingga Universitas Muhammadiyah Palembang, ia tidak hanya belajar tentang hukum, tetapi juga belajar memahami penderitaan rakyat yang sering kali tidak memiliki suara.


Di tengah gelombang perubahan yang melanda Indonesia pada akhir 1990-an, Firdaus memilih jalan yang tidak mudah. Ketika banyak orang memilih diam karena takut terhadap tekanan kekuasaan, ia justru berdiri bersama mahasiswa lainnya, turun ke jalan, menyuarakan ketidakadilan dan memperjuangkan reformasi.


Baginya, jeritan masyarakat yang hidup dalam kesulitan bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan.


"Nurani itu tidak bisa dibohongi," menjadi prinsip yang terus ia pegang hingga hari ini.


Keputusan menjadi aktivis bahkan sempat bertentangan dengan harapan orang tuanya. Mereka hanya ingin anaknya fokus kuliah, cepat lulus, dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Namun tempaan organisasi dan perjuangan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membentuk Firdaus menjadi pribadi yang berani bersuara.


Dari ruang-ruang diskusi kampus hingga barisan demonstrasi mahasiswa, ia belajar bahwa perubahan tidak akan datang jika semua orang memilih diam.


Perjuangan panjang itu ternyata tidak berhenti ketika reformasi usai. Setelah memasuki dunia politik pada tahun 2004, Firdaus harus berkali-kali merasakan pahitnya kegagalan.


Ia pernah memperoleh suara terbanyak saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Muara Enim, namun gagal dilantik karena sistem nomor urut yang berlaku saat itu. Ia kembali mencoba peruntungan pada Pemilu 2009 dan 2014, tetapi hasilnya tetap belum sesuai harapan.


Bagi banyak orang, kegagalan berulang mungkin menjadi alasan untuk menyerah. Namun bagi Firdaus Hasbullah, kegagalan hanyalah bagian dari perjalanan.


Dua dekade lebih ia menunggu kesempatan itu datang.


Hingga akhirnya pada Pemilu 2024, doa, ikhtiar, dan kesabaran panjang tersebut menemukan jawabannya. Dengan perolehan suara terbesar di partainya dari Daerah Pemilihan Talang Ubi B, Firdaus berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten PALI dan kemudian dipercaya menduduki kursi Wakil Ketua DPRD.


Momen itu bukan hanya kemenangan politik. Bagi Firdaus, itu adalah puncak dari perjalanan panjang seorang aktivis yang tidak pernah berhenti bermimpi.


Di balik keberhasilannya hari ini, terdapat jejak pengabdian yang panjang dalam berbagai organisasi. Mulai dari HMI, KNPI, Pemuda Muhammadiyah, hingga berbagai organisasi kepemudaan, olahraga, dan kebangsaan di Sumatera Selatan.


Sebagai advokat, aktivis, organisatoris, hingga politisi, Firdaus telah menjalani banyak peran dalam hidupnya. Namun satu hal yang tetap sama adalah keyakinannya bahwa perjuangan harus terus dilakukan selama masih ada masyarakat yang membutuhkan pembelaan.


Perjalanan hidup Firdaus Hasbullah menjadi bukti bahwa mimpi tidak selalu datang dengan cepat. Kadang ia membutuhkan waktu puluhan tahun, air mata, kesabaran, dan keyakinan yang tidak pernah padam.


Dari seorang mahasiswa yang turun ke jalan menuntut perubahan, kini ia berdiri di ruang parlemen sebagai wakil rakyat.


Sebuah perjalanan panjang yang mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari cerita, melainkan bagian dari jalan menuju keberhasilan.


Sebab bagi mereka yang terus berjuang, waktu mungkin bisa menunda kemenangan, tetapi tidak akan pernah menghapus harapan.(PA) 

×
Berita Terbaru Update