Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Indeks Udara PALI Tembus 227, FH Minta Sekolah Segera Beralih ke Daring

Kamis, 17 September 2026 | September 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-17T08:49:56Z


PALI — Kondisi udara di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang masuk kategori sangat tidak sehat mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah SH MH.


Firdaus mendesak Dinas Pendidikan PALI segera menghentikan pembelajaran tatap muka dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi kesehatan para pelajar di tengah kondisi udara yang memburuk.


Berdasarkan rilis Kementerian Lingkungan Hidup, indeks kualitas udara di PALI tercatat mencapai 227, yang berada dalam kategori sangat tidak sehat.


Firdaus mengatakan, pemerintah daerah memiliki dasar untuk mengambil langkah tersebut. Ia merujuk pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 yang, menurutnya, memuat panduan penyelenggaraan pendidikan dalam kondisi tertentu, termasuk ketika kualitas udara membahayakan kesehatan.


"Kami mendesak Dinas Pendidikan segera menghentikan pembelajaran tatap muka. Demi kesehatan anak-anak kita. Karena masa depan Kabupaten ini ada di tangan anak-anak yang saat ini sedang sekolah," ujar Firdaus kepada sejumlah media, Kamis (27/9/2026)


Firdaus menilai, Dinas Pendidikan seharusnya dapat bergerak cepat dengan memanfaatkan panduan yang telah tersedia. Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum kondisi semakin memburuk.


"Kalau tidak salah, edaran Mendikdasmen itu sudah ada sejak Agustus lalu. Disdik harusnya gercep tanpa harus didesak dulu," katanya.


Ia menegaskan, perlindungan terhadap peserta didik harus menjadi prioritas, terutama ketika mereka beraktivitas di tengah kualitas udara yang tidak sehat.

Dinkes dan RSUD Diminta Siapkan Langkah Antisipasi

Tak hanya menyoroti sektor pendidikan, Firdaus juga meminta seluruh OPD meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau berkepanjangan.


Dinas Kesehatan, kata dia, perlu mengantisipasi potensi peningkatan penyakit yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, termasuk diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


"Selain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan juga harus proaktif mengantisipasi bencana ini. Penyakit apa yang akan terjadi jika kemarau berkepanjangan, seperti diare, ISPA, dan lain-lain, harus ada langkah antisipasi," ujarnya.


Sementara itu, pihak RSUD diminta memastikan kesiapan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya. Hal ini penting untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akibat paparan asap dan memburuknya kualitas udara.


"Seluruh OPD harus punya rencana antisipatif. Jangan sampai masyarakat jadi korban," tegas Firdaus. ( ISH) 

×
Berita Terbaru Update