Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Berpihak kepada Kepentingan Rakyat, GMNI Sumsel Gugat Kebijakan Negara.

Kamis, 18 Juni 2026 | Juni 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T17:46:12Z


PALEMBANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Selatan bersama DPC GMNI Palembang dan DPC GMNI Ogan Ilir menggelar Mimbar Bebas sebagai bentuk sikap politik organisasi dalam merespons berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin menjauh dari cita-cita kemerdekaan dan kepentingan rakyat.


Aksi yang dilaksanakan pada hari ini menjadi ruang konsolidasi perjuangan kader GMNI Sumatera Selatan, DPC GMNI Palembang, dan DPC GMNI Ogan Ilir dalam menyampaikan kritik, gagasan, serta tuntutan kepada pemerintah atas berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada kaum marhaen. Berlandaskan semangat Marhaenisme dan ajaran Bung Karno, kader-kader GMNI hadir untuk menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh kehilangan keberpihakannya terhadap rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Selain menggelar mimbar bebas, DPD GMNI Sumatera Selatan bersama DPC GMNI Palembang dan DPC GMNI Ogan Ilir juga melaksanakan social experiment di sejumlah simpang lampu merah sebagai upaya membangun kesadaran publik sekaligus melihat secara langsung respons masyarakat terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi bangsa. Kegiatan tersebut dilakukan dengan turun langsung ke tengah masyarakat, membagikan selebaran pernyataan sikap, serta mengajak publik untuk merefleksikan berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang saat ini dirasakan rakyat.


Dari kegiatan tersebut, kader GMNI menemukan bahwa berbagai persoalan yang menjadi tuntutan aksi hari ini merupakan keresahan nyata yang hidup di tengah masyarakat. Keluhan terkait kondisi ekonomi, akses terhadap kebutuhan dasar, hingga harapan agar negara kembali menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama pembangunan menjadi suara yang banyak disampaikan masyarakat. Hal ini semakin menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang-ruang diskusi semata, melainkan harus hadir di tengah rakyat sebagai penyambung lidah kaum marhaen.


Dalam mimbar bebas tersebut, DPD GMNI Sumatera Selatan bersama DPC GMNI Palembang dan DPC GMNI Ogan Ilir menegaskan enam poin pernyataan sikap sebagai bentuk gugatan terhadap arah kebijakan pemerintah. Pertama, mendesak pemerintah untuk melakukan restrukturisasi APBN dengan mengutamakan kepentingan rakyat. Kedua, memberikan jaminan ketersediaan produk subsidi prioritas, terutama bahan bakar subsidi yang menjadi kebutuhan masyarakat luas.


Ketiga, melakukan evaluasi dan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dinilai membebani APBN. Keempat, menghentikan segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi terhadap aktivis serta para pejuang hak asasi manusia. Kelima, menuntut TNI dan Polri untuk tetap tunduk pada amanat konstitusi mengenai supremasi sipil. Keenam, memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan, termasuk peningkatan kualitas serta kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.


Ketua DPD GMNI Sumatera Selatan, Bung Samuel Rio, menegaskan bahwa mimbar bebas ini merupakan bentuk tanggung jawab historis dan moral GMNI sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang senantiasa berpihak kepada rakyat.


“GMNI lahir dari rahim perjuangan rakyat dan dibesarkan oleh semangat perlawanan terhadap segala bentuk penindasan. Oleh karena itu, kami menolak untuk diam ketika melihat berbagai kebijakan yang berpotensi menjauh dari kepentingan masyarakat. Mimbar bebas ini adalah bentuk penegasan bahwa suara rakyat tidak boleh dibungkam dan harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan negara,” ujar Bung Samuel Rio.


Menurutnya, enam poin pernyataan sikap yang disuarakan hari ini merupakan refleksi dari berbagai persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat dan harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.


“Kami menuntut pemerintah untuk lebih serius menempatkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan lainnya. APBN harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, subsidi harus dijamin keberadaannya, pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas, serta ruang demokrasi harus dijaga dari segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi. Negara tidak boleh abai terhadap suara rakyat,” tegasnya.


Lebih lanjut, Bung Samuel Rio menyampaikan bahwa GMNI akan terus berdiri di garis perjuangan rakyat dan mengawal setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.


“Selama masih ada ketimpangan, selama masih ada kebijakan yang menjauh dari kepentingan rakyat, maka GMNI akan tetap berada di garis perjuangan bersama kaum marhaen. Sebab bagi GMNI, perjuangan belum selesai. Tugas mahasiswa bukan sekadar menjadi penonton sejarah, melainkan menjadi pelaku sejarah yang berpihak kepada rakyat dan cita-cita kemerdekaan,” pungkasnya.


Aksi mimbar bebas berlangsung dengan tertib, penuh semangat perjuangan, dan diwarnai dengan seruan-seruan perjuangan yang menegaskan komitmen DPD GMNI Sumatera Selatan bersama DPC GMNI Palembang dan DPC GMNI Ogan Ilir untuk terus menjadi alat perjuangan rakyat. Dengan semboyan “Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang”, GMNI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik, memperjuangkan kepentingan kaum marhaen, serta mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana cita-cita Bung Karno. (Red) 

×
Berita Terbaru Update