Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sungai Jernih Tercemar? Hasil Awal Uji Air di Dekat Stockpile Batubara PALI Bikin Publik Bertanya-tanya!

Jumat, 10 April 2026 | April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T15:04:09Z


PALI, svectrum.com – Dugaan pencemaran Sungai Jernih di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, akhirnya mulai diuji. Namun, hasil awal justru memunculkan tanda tanya baru.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI bersama tim independen dari PT Sucofindo turun langsung ke lapangan, Jumat (10/4/2026), mengambil sampel air di sejumlah titik di sekitar stockpile batubara PT Servo Lintas Raya Km 36.


Langkah ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang resah, sekaligus tindak lanjut dari inspeksi mendadak Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, yang sebelumnya meninjau langsung lokasi.


Pengujian dilakukan di beberapa titik krusial—mulai dari Kolam Pengendap Lumpur (KPL) Km 36, hulu Sungai Jernih, hingga titik yang dilaporkan warga.


pH Normal, Tapi Belum Aman?


Hasil uji lapangan menunjukkan tingkat keasaman (pH) air masih berada dalam batas normal:


- KPL Km 36: pH 7,77

- Hulu Sungai Jernih: pH 7,98

- Titik laporan warga: pH 7,68


Secara angka, semuanya masih berada di kisaran baku mutu (pH 6–9). Namun, apakah itu berarti air benar-benar aman?


Belum tentu.


Ancaman Tak Terlihat: Logam Berat



Perwakilan PT Sucofindo, Dori Pinaldo, mengungkapkan bahwa kunci utama justru belum keluar. Selain pH dan suhu, ada dua parameter penting yang kini ditunggu hasilnya: besi (Fe) dan mangan (Mn).


“Untuk Fe dan Mn masih dalam proses uji laboratorium. Ini yang akan menentukan,” tegasnya.


Kedua unsur ini dikenal sebagai indikator kuat pencemaran, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aktivitas pertambangan dan stockpile batubara.


DLH: Jangan Ambil Kesimpulan Dulu


DLH Kabupaten PALI pun meminta publik untuk tidak terburu-buru menyimpulkan.


“pH memang masih normal, tapi kita belum bisa memastikan kondisi keseluruhan. Hasil laboratorium akan menjadi penentu,” ujar Kabid DLH PALI, Bertha Haryanto.


Pengawasan terhadap aktivitas perusahaan di sekitar aliran sungai pun dipastikan akan diperketat.


Perusahaan Klaim Sudah ‘Gerak Cepat’

Di sisi lain, PT Servo Lintas Raya menyatakan telah melakukan langkah cepat begitu laporan muncul.


Manajer HSE, Juliardi Tumanggor, menyebut perbaikan langsung dilakukan, mulai dari pembenahan tanggul hingga treatment rutin di Kolam Pengendap Lumpur.


“Kami langsung quick action. Treatment dilakukan setiap hari. Ini komitmen kami,” katanya.


Namun, pihak perusahaan juga belum berani memastikan hasil akhir.


“Kita tunggu saja hasil laboratoriumnya,” tambahnya.


Publik Menunggu: Aman atau Tercemar?


Meski pH masih normal, kekhawatiran belum sirna. Justru kini perhatian publik tertuju pada hasil uji logam berat—yang bisa menjadi “vonis akhir” kondisi Sungai Jernih.


Jika kandungan Fe dan Mn terbukti melampaui ambang batas, kasus ini berpotensi menjadi isu lingkungan serius di Kabupaten PALI.


Untuk saat ini, satu pertanyaan besar masih menggantung:

Apakah Sungai Jernih benar-benar aman… atau ada ancaman yang belum terungkap? 

(Red) 

×
Berita Terbaru Update