Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sapi Masuk Sekolah Akibat SMA/SMK Di PALI Tidak Memiliki Pagar, Ini Tindakan FH

Kamis, 26 Maret 2026 | Maret 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T11:17:55Z


PALEMBANG -- Pada periode awal berdirinya kabupaten PALI, gencar dilakukan pembangunan sekolah baru tingkat SMA dan SMK. Setiap kecamatan memiliki 2-3 SMA/SMK. Ketika kewenangan pembangunan SMA/SMK diambil alih propinsi, pembangunan fasilitas di sekolah-sekolah tersebut cenderung melambat. Untuk mengatasi kelambanan tersebut Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah SH MH langsung membuat gebrakan.


Meskipun kewenangan pembangunan dan pengawasan berada dibawah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, bukan berarti DPRD Kabupaten PALI tinggal diam. Beberapa langkah strategis justru bisa dilakukan dengan memanfaatkan saluran komunikasi yang ada.


Seperti yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah. Begitu hari kerja dimulai seusai lebaran, FH (panggilan akrabnya) langsung mendatangi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Selatan di Jalan Kapten Arivai Palembang.


Meskipun masih dalam suasana lebaran tidak menyurutkan langkah politisi muda tersebut. Ia membawa aspirasi masyarakat yang mengeluhkan masih minimnya fasilitas pendukung pada SMA/SMK yang ada di kabupaten PALI. Ia mengaku turut prihatin dengan kondisi tempat pendidikan generasi penerus bangsa tersebut.


"Tidak cukup prihatin saja. Tadi kita langsung koordinasi dengan Disdik Propinsi Sumsel. Kita sampaikan kondisi yang ada dan bersama-sama mencari solusi terbaik" ujar aktifis mahasiswa 98 tersebut.


"Kalau SMA/SMK dibawah kabupaten, kita tentu lebih mudah. Tinggal koordinasi dengan bupati bisa langsung selesai. Tapi ini kan dibawah propinsi. Kita datangi kantornya dan adakan diskusi" ujar Firdaus. 


Salah satu sorotan utama FH adalah mayoritas SMK/SMA tidak memilik pagar sekolah. Bukan hanya anak didik yang keluar masuk sekolah secara sembarangan. Bahkan dirinya menemukan fakta, hewan kaki empat ikut masuk halaman sekolah.


"Kita miris melihat situasi tersebut. Bisa-bisa sapi ikut upacara bendera... kan tidak lucu kalau sampai difoto wartawan sapi melok upacara" seloroh alumni Fakultas Hukum UMP itu.


"Sebelum difoto wartawan, makanya kita diskusikan dengan Disdik Propinsi. Saya yakin pembangunannya akan segera direalisasikan" tambahnya.


Firdaus juga mengungkapkan, selain membahas penambahan fasilitas pendidikan, dirinya juga menyampaikan beberapa masukan kepada Disdik Sumsel diantaranya terkait penerimaan siswa baru khususnya di wilayah kabupaten PALI. Dirinya berharap, pelaksanaan SPMB lebih transparan dan berkeadilan. Agar setiap warga Pali punya kesempatan yang sama untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SLTA.


"Tidak semua warga punya kemampuan untuk bersekolah jauh. Jadi kami minta agar dalam SPMB nanti lebih transparan dan berkeadilan. Sehingga seluruh anak punya kesempatan yang sama untuk meneruskan pendidikan ke jenjang SLTA negeri" pungkas FH (ISH)

×
Berita Terbaru Update