SUMSEL//PALI.svectrum.com
Selasa 7 Januari 2026
PALI, – Pengamat Kebijakan Publik, Indra Setia Haris, meminta Bupati PALI Asgianto ST segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI. Pasalnya, dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, sektor kesehatan di Bumi Serepat Serasan justru diwarnai dua kebijakan fatal yang memicu kegaduhan dan keresahan publik.
Indra menilai, blunder demi blunder yang terjadi bukan sekadar kesalahan teknis biasa, melainkan indikasi lemahnya tata kelola dan pengawasan di internal Dinkes PALI.
“Ini bukan satu masalah, tapi dua persoalan besar yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat dan tenaga kesehatan. Sudah selayaknya Bupati turun tangan mengevaluasi kinerja Dinkes,” tegas Indra, Selasa (6/1/2026).
Blunder pertama, kata Indra, terjadi sejak Desember 2025, ketika ribuan tenaga kesehatan di PALI belum menerima upah atau gaji. Ironisnya, informasi yang ia terima menyebutkan bahwa keterlambatan tersebut dipicu oleh kesalahan input data penggajian.
“Tenaga kesehatan itu garda terdepan pelayanan publik. Kalau urusan gaji saja bisa salah input, ini sangat memprihatinkan dan mencederai profesionalisme birokrasi,” ujarnya.
Belum selesai persoalan gaji nakes, publik kembali dikejutkan dengan penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan terhadap 40.499 warga PALI. Akibat kebijakan tersebut, puluhan ribu warga terancam ditolak berobat karena iuran BPJS mereka tidak lagi dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten PALI.
“Ini bukan sekadar angka. Di balik 40 ribu lebih itu ada orang sakit, ada ibu melahirkan, ada warga miskin yang sangat bergantung pada BPJS,” kata Indra dengan nada serius.
"Alih-alih mau berobat gratis, yang ada malah dihentikan. Warga yang sudah susah harus menanggung biaya BPJS," tambahnya.
Mantan Pimpinan Redaksi infopali.id dan Koran Metro PALI itu menilai, rentetan persoalan ini mengarah pada kinerja Kepala Dinas Kesehatan yang patut dipertanyakan.
“Kalau dalam waktu singkat muncul dua masalah besar di satu dinas yang sama, berarti ada yang tidak beres dalam manajemen dan pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Indra menegaskan, kritik yang ia sampaikan bukan untuk menjatuhkan pemerintah daerah. Justru sebaliknya, ia menilai Bupati PALI Asgianto ST saat ini berada di jalur yang tepat (on the track) dalam melanjutkan roda pemerintahan yang diwariskan oleh Bupati PALI sebelumnya, Heri Amalindo.
“Pak Asgianto sejauh ini saya lihat bekerja dengan semangat melanjutkan estafet pembangunan. Sangat disayangkan jika citra dan kinerja baik itu rusak oleh satu sektor yang krusial seperti kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap, Bupati Asgianto tidak ragu mengambil langkah tegas, baik berupa evaluasi, pembenahan sistem, hingga pergantian pejabat jika memang diperlukan.
“Kesehatan ini urusan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai kelalaian birokrasi justru mengorbankan rakyat,” pungkas Indra. (Red)


