Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Firdaus Hasbullah Berikan Beasiswa Pada siswa Berprestasi Di Ponpes Al Falahiya Sungai Baung.

Kamis, 21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T09:03:38Z


Kamis, 21 Mei 2026

PALI // Di bawah langit sederhana Desa Sungai Baung, suara lantunan doa dan senyum haru para santri memenuhi halaman Pondok Pesantren Al Falahiyyah. Hari itu bukan sekadar acara pelepasan dan perpisahan siswa-siswi SDIT dan MTs Al Falahiyyah, tetapi menjadi momen penuh harapan tentang masa depan anak-anak desa yang sedang menyiapkan langkah menuju cita-cita besar. 


Di tengah kesibukan dan padatnya tanggung jawab sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah tetap menyempatkan diri hadir memenuhi undangan masyarakat. Politisi muda Partai Demokrat itu datang bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai sosok yang ingin memastikan dirinya tetap dekat dengan rakyat dan generasi muda PALI.


Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat, para guru, wali murid hingga para santri yang hari itu tampil dengan penuh kebanggaan. Di bawah binaan Ustadz Maryadi, Pondok Pesantren Al Falahiyyah menjadi tempat lahirnya harapan-harapan kecil yang suatu hari nanti diharapkan tumbuh besar untuk daerah.


Firdaus tampak membaur dengan masyarakat. Ia bercengkerama tanpa sekat, menyapa satu per satu warga dan mendengarkan cerita mereka. Di tengah suasana sederhana itulah, terselip pesan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya hadir di ruang rapat dan podium politik, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian.


Dalam sambutannya, Firdaus menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh siswa-siswi yang telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan. Menurutnya, kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu awal menuju masa depan yang lebih besar.


“Hari ini kalian bukan sedang mengakhiri perjalanan, tetapi sedang memulai langkah baru untuk mengejar mimpi yang lebih tinggi,” ucap Firdaus di hadapan para santri dan wali murid.


Dengan bahasa sederhana namun penuh makna, Firdaus mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dan shalat di tengah perkembangan zaman yang penuh tantangan.


“Setinggi apa pun ilmu yang kalian raih nanti, jangan pernah tinggalkan shalat dan hormati orang tua serta guru. Karena ilmu tanpa akhlak tidak akan membawa keberkahan,” pesannya.


Suasana semakin haru ketika Firdaus berbicara tentang mimpi dan harapan anak-anak Desa Sungai Baung. Ia mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi anak-anak desa selama mereka mau belajar dan percaya pada kemampuan diri sendiri.


“Jangan takut bermimpi besar. Anak Sungai Baung bisa jadi dokter, guru, pengusaha, bahkan bupati, gubernur dan jenderal. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak dan kalian mau berusaha,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan masyarakat.


Namun di balik mimpi besar itu, Firdaus juga menitipkan pesan mendalam yang membuat banyak orang terdiam. Ia berharap jika suatu hari nanti anak-anak Sungai Baung berhasil meraih cita-cita tinggi di luar daerah, mereka tidak melupakan tanah kelahirannya.


“Kalau nanti kalian sukses, jangan lupa pulang ke PALI. Daerah ini membutuhkan anak-anak muda yang mau kembali membangun kampung halamannya,” ujar Firdaus dengan nada penuh harapan.


Bagi masyarakat yang hadir, ucapan itu terasa sederhana, namun menyimpan makna yang dalam. Tentang pentingnya cinta terhadap daerah sendiri, tentang harapan agar generasi muda tidak melupakan asal-usulnya ketika telah berhasil meraih kesuksesan.


Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, di akhir sambutannya Firdaus juga memberikan beasiswa pendidikan kepada siswa MTs Al Falahiyyah yang berhasil meraih predikat juara 1 untuk melanjutkan pendidikan selama tiga tahun ke depan.


Keputusan itu langsung disambut rasa haru dan bangga oleh para guru, wali murid dan masyarakat yang hadir. Di tengah kondisi pendidikan yang masih penuh keterbatasan, perhatian seperti itu menjadi penyemangat besar bagi anak-anak desa untuk terus belajar dan bermimpi.


Acara pelepasan itu pun akhirnya bukan hanya menjadi seremoni perpisahan biasa. Tetapi menjadi ruang lahirnya harapan, doa dan keyakinan bahwa anak-anak desa juga memiliki kesempatan yang sama untuk berdiri sejajar dan menggapai masa depan.


Di Pondok Pesantren Al Falahiyyah, di antara wajah-wajah polos para santri dan haru para orang tua, tersimpan keyakinan sederhana bahwa masa depan Kabupaten PALI mungkin sedang tumbuh dari desa kecil bernama Sungai Baung. (PA) 

×
Berita Terbaru Update