PALI — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan pada 29 April 2026, dinamika politik internal partai mulai mengerucut. Satu nama yang terus mengemuka dan mendominasi perbincangan adalah Cik Ujang.
Dukungan terhadap Cik Ujang untuk kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Sumsel kian menguat. Sejumlah kader menilai, kepemimpinannya selama lima tahun terakhir berhasil menjaga soliditas partai sekaligus meningkatkan performa politik di daerah.
Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, secara terbuka menyampaikan dukungan penuh terhadap Cik Ujang. Ia menilai, kepemimpinan saat ini tidak hanya stabil secara internal, tetapi juga mampu menjaga konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Selama lima tahun terakhir, Demokrat Sumsel di bawah kepemimpinan beliau terbilang solid dan berprestasi. Ini menjadi modal penting untuk melanjutkan kepemimpinan ke depan,” ujar Firdaus.
Musda kali ini dinilai bukan sekadar agenda rutin pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk menentukan arah politik Demokrat Sumsel ke depan, termasuk dalam menghadapi kontestasi besar mendatang.
Di tengah menguatnya dukungan internal, muncul pula dorongan agar Cik Ujang diproyeksikan maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 2029. Rekam jejaknya sebagai kepala daerah dinilai menjadi nilai tambah, terutama dalam memahami birokrasi dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
Sejumlah pengamat menilai, kombinasi pengalaman pemerintahan dan basis elektoral yang terjaga menjadi faktor yang membuat namanya diperhitungkan. Namun demikian, keputusan politik tetap bergantung pada dinamika internal partai serta konfigurasi koalisi yang akan terbentuk menjelang Pilgub.
Meski dukungan mengalir deras, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Cik Ujang terkait kesiapannya untuk kembali maju sebagai Ketua DPD maupun kemungkinan bertarung di Pilgub Sumsel 2029.
Musda Demokrat Sumsel diperkirakan akan menjadi panggung penting yang tidak hanya menentukan kepemimpinan partai di tingkat provinsi, tetapi juga membuka peta awal pertarungan politik lima tahun ke depan di Sumatera Selatan.(red/PA)

