SUMSEL//PALI.svectrum.com
Minggu 04 Januari 2026
Pali- Daerah berjuluk segi tiga emas di provinsi Sumatera Selatan gejolak pembangunan terus berkembang di segala sektor aliran bantuan keuangan juga terus mengalir sehingga di umur yang hampir menginjak usia 14 tahun kabupaten Pali sudah mampu bersaing dengan kabupaten yang ada di provinsi sumsel.
Pada tahun 2025 kabupaten Pali mendapat Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari provinsi Sumatera Selatan yang nilainya disinyalir hampir menyentuh Angka Rp. 70 miliyar pada tahun 2025 ini tentu saja dengan Anggaran yang begitu pantastis menjadi harapan baru bagi masyarakat di tengah isu pemangkasan Anggaran kabupaten Pali pada tahun 2026 ini.
Tapi sangat di sayangkan dalam pelaksanaanya, sungguh sangat di sayangkan sebuah kegiatan yang seharusnya menjadi kebanggaan bagi masyarakat justru menjadi kekhawatiran bagi masyarakat pengguna manfaat dari program ini, yang tengah menjadi sorotan tajam saat ini salah satunya :
Nama pekerjaan : Pembangunan Jembatan Air Kolim/Pabil Simpang Solar.
No. Kontrak : 600/103/PPK.03/PJAKPSS/X/2025.
Tanggal Kontrak : 01 Oktober 2025 (90 hari)
Nilai kontrak : Rp. 7.436.591.000,-
Penyedia : CV. Kontrindo Sukses Mandiri.
Sumber Dana : Dana Alokasi Umum ( DAU) BKBK TA. 2025.
Tim media ini melakukan investigasi ke lokasi pada 29 Desember lalu dan mendapati suasana lokasi yang tak ada kegiatan sama sekali, terlihat tumpukan material serta alat berat yang terparkir sementara kondisi pembangunan jembatan tersebut masih sangat jauh dari kata selesai, seperti yang di ungkapkan salah seorang warga sekitar yang namanya enggan di publis bahwa sudah beberapa hari tidak ada kegiatan atau libur tahun baru dan ikut cuti bersama serta mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan sangat lamban.
"Sudah beberapa hari tidak ada kegiatan, sepertinya mereka libur dan ikut cuti bersama, kalau kami perhatikan mereka sangat lamban dan tidak profesional kalau menurut saya yang cuma orang awam saja pembangunan jembatan ini syarat dengan permainan kotor" Ungkapnya.
"Kami sebagai masyarakat berharap agar kiranya bapak bupati untuk melakukan sidak ke lokasi agar dapat melihat kondisi pembangunan ini secara lansung karna jika jembatan tidak dilaksanakan sesuai standar, kami yang paling di rugikan sebagai penerima manfaatnya" Tutupnya penuh dengan rasa harap.
Sementara itu HSN salah seorang yang sudah berpengalaman dibidang pengawasan (konsultan) juga ikut mengomentari kegiatan pembangunan jembatan ini, menurutnya kegiatan ini banyak kejanggalan seta syarat penyimpangan.
"Setelah saya perhatikan dari visual baik vidio maupun foto yang ada, penyimpangan dalam kegiatan ini indikasi nya sangat terlihat jelas tulangan dan juga sistem pengerjaan yang sangat tidak profesional, dari pembesian borfile serta kedalaman borfile dari 15 m sampai 24 m tidak boleh kurang yang sesuai standar yang ditetapkan, di kwatir kan jika tulangan saja tidak sesuai, kedalaman borfile juga ada indikasi tidak sesuai standart, saya kwatir jika borfile di kerjakan tidak sesuai standar daya topang jembatan tidak akan mampu bertahan lama, jika RAB, gambar teknis dan specteknis hanya di jadikan formalitas administrasi saja". Jelasnya.
"Selain itu saya perhatikan ada perbedaan ukuran kedalaman abodmennya, struktur kaki jembatan adalah elemen utama sebagai penopang kekuatan jembatan, jika boleh saya kasih saran dinas PUTR harus jeli dalam melakukan pengawasan jangan sampai ada tuduhan adanya permainan dan jika saya perhatikan volume pekerjaan ini masih sangat minim di bawah angka 10 %, ini akibat jika kontraktor tidak profesional di bidangnya kepentingan masyarakat yang di rugikan". tutupnya.
Selain kondisi volume fisik jembatan yang masih sangat minim serta kontrak yang telah berakhir, justru beredar isu bahwa disinyalir kegiatan ini sudah dibayarkan sebesar 70% , untuk memastikan hal tersebut tim media ini melakukan penelusuran ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD) dan dinas PUTR Pali, tapi sangat disayangkan hingga berita ini di terbitkan belum mendapatkan jawaban.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab kepada semua staghoolder yang terlibat dalam kegiatan proyek ini. (Red/PA)



