Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DPD PAN PALI Gelar Tasyakuran Nasional 28 Tahun PAN, Berbagi Bahagia Bersama Anak Yatim

Minggu, 23 Agustus 2026 | Agustus 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-23T11:04:52Z


PALI — Di tengah perjalanan panjang 28 tahun Partai Amanat Nasional (PAN), ada sebuah ruang sederhana yang justru menghadirkan makna begitu dalam. Bukan tentang panggung politik, bukan pula tentang gemerlap perayaan, melainkan tentang doa-doa polos anak yatim yang dipanjatkan di Rumah Singgah PAN Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Minggu (23/8/2026), DPD PAN PALI mengikuti Tasyakuran Nasional 28 Tahun PAN yang digelar serentak oleh DPW dan DPD PAN se-Indonesia secara virtual. Di PALI, kegiatan tersebut diikuti ratusan anak yatim bersama jajaran pengurus PAN dari tingkat DPD hingga DPC se-Kabupaten PALI.


Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPD PAN PALI sekaligus Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah, SH, Sekretaris DPD PAN PALI Sigit Kamseno, ST, Bendahara DPD PAN PALI Rommy Suryadi, A.Md, Ketua Fraksi PAN DPRD PALI Tutut Sapriyono, serta jajaran pengurus harian DPD dan DPC PAN se-Kabupaten PALI.


Bagi H. Ubaidillah, peringatan hari jadi PAN tidak semestinya hanya menjadi cerita tentang perjalanan sebuah partai. Lebih dari itu, usia 28 tahun harus menjadi pengingat bahwa politik pada akhirnya bermuara pada manusia—pada rakyat yang berharap diperhatikan, didengar dan diperjuangkan.


“PAN akan tetap hadir di tengah masyarakat dan membantu rakyat. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sehingga keberadaan PAN benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ubaidillah.


Di hadapan anak-anak yatim, Ubaidillah juga menyampaikan permohonan doa untuk seluruh anggota DPRD PALI, khususnya kader PAN yang sedang mendapat amanah sebagai wakil rakyat.


“Mohon doanya untuk seluruh anggota DPRD PALI agar selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik. Mudah-mudahan kami yang diberi kepercayaan sebagai wakil rakyat dapat terus memperjuangkan kepentingan masyarakat,” katanya.


Ada harapan lain yang juga dititipkan. Doa agar kader-kader PAN yang hari ini belum mendapatkan kesempatan duduk di parlemen, suatu hari nanti diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk mengabdi.


Sebab, dalam politik, kursi bisa datang dan pergi. Jabatan memiliki batas waktu. Namun, doa dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan tidak mengenal musim.


Tasyakuran itu pun berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Senyum anak-anak yatim berpadu dengan hangatnya silaturahmi para kader PAN. Bantuan diserahkan, tangan-tangan saling berjabat, sementara doa menjadi bagian paling berharga dari peringatan 28 tahun PAN tersebut.


Sekretaris DPD PAN PALI Sigit Kamseno, ST, berharap bantuan yang diberikan tidak hanya dipandang sebagai bentuk kepedulian sesaat, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak yatim untuk terus mengejar cita-cita.


“Semoga anak-anak yatim yang hadir hari ini kelak menjadi anak-anak yang sukses, membanggakan orang tua dan berguna bagi masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan menjadi berkah bagi kita semua,” ungkap Sigit.


Senada, Bendahara DPD PAN PALI Rommy Suryadi, A.Md, mengatakan momentum 28 tahun PAN menjadi kesempatan untuk berbagi sekaligus mempererat tali silaturahmi.


“Momentum 28 tahun PAN ini kita jadikan sebagai kesempatan untuk berbagi dan mempererat silaturahmi. Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi anak-anak yatim serta keluarga besar PAN,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD PALI Tutut Sapriyono menilai kepedulian terhadap masyarakat harus menjadi bagian dari perjalanan politik PAN.


“Kita ingin PAN tidak hanya hadir ketika ada kepentingan politik, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial masyarakat. Berbagi dengan anak yatim merupakan bentuk kepedulian dan rasa syukur yang mudah-mudahan terus kita lakukan secara berkelanjutan,” katanya.


Di Rumah Singgah PAN Pengabuan itu, perayaan 28 tahun PAN akhirnya menemukan makna yang jauh lebih sederhana sekaligus menyentuh.


Bukan seberapa meriah sebuah perayaan digelar, melainkan seberapa banyak kebahagiaan yang bisa ditinggalkan.


Bukan seberapa panjang usia sebuah partai disebut, tetapi seberapa jauh keberadaannya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.


Dan pada hari itu, di antara tawa anak-anak yatim dan doa-doa yang terucap lirih, PAN PALI mencoba menegaskan satu pesan: politik tidak hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang kepedulian, pengabdian dan keberanian untuk tetap hadir bersama rakyat.


Di usia ke-28 tahun, keluarga besar PAN PALI berharap tradisi berbagi dan menyapa masyarakat tersebut terus tumbuh. Sebab, setiap kebaikan yang dilakukan hari ini, mungkin akan menjadi kenangan yang kelak paling diingat oleh mereka yang pernah merasakannya.


PAN Hadir untuk Rakyat. Bukan hanya dalam kata, tetapi melalui kepedulian yang nyata. (red)

×
Berita Terbaru Update