PALI – Fenomena “menjodoh-jodohkan” pimpinan DPRD sebagai pasangan calon kepala daerah mulai menuai kritik keras dari masyarakat. Sejumlah selebaran (flyer) yang beredar di media sosial menampilkan nama-nama pimpinan DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebagai pasangan bupati dan wakil bupati, dinilai justru mengganggu fokus kerja wakil rakyat.
Setelah sebelumnya beredar pasangan Asgianto–Ubaidillah, kini muncul pula flyer yang memasangkan Ubaidillah dengan Firdaus Hasbullah. Akun-akun tak jelas sumbernya diduga menjadi penyebar, memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Ketua Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3), Abu Rizal, menilai tren tersebut tidak sehat bagi iklim politik daerah. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada narasi yang justru bisa memecah konsentrasi kerja DPRD.
“Seharusnya kita dorong para politisi fokus bekerja untuk rakyat, bukan sibuk dijodoh-jodohkan seperti ini,” tegasnya, Kamis (30/4) di Talang Ubi.
Menurut pria yang akrab disapa Ijal itu, praktik semacam ini berpotensi menimbulkan kecurigaan antar politisi dan mengaburkan penilaian publik terhadap kinerja DPRD.
“Kalau terus dibiarkan, masyarakat bisa salah menilai. Setiap kerja dewan nanti dianggap hanya pencitraan untuk Pilkada, serta pihak penyebar seharusnya konfirmasi dan ijin dulu kepada yang bersangkutan, jangan sampai menjadi sumber kegaduhan yang tak seharusnya terjadi" Tutup ijal.
Ijal juga menegaskan bahwa dirinya mengenal baik sosok Ubaidillah dan Firdaus Hasbullah yang dinilai selama ini bekerja tulus untuk masyarakat kecil tanpa kepentingan politik jangka pendek.
Senada, pengamat kebijakan publik PALI, Indra Setia Haris, menilai maraknya flyer tersebut sebagai bentuk pengalihan isu dari persoalan-persoalan penting yang sedang dihadapi masyarakat.
“Ini bisa jadi pengalihan isu. Akhirnya masalah-masalah utama di PALI justru tidak mendapat perhatian,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa narasi semacam ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap DPRD yang saat ini mulai menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.
“Kalau terus digiring seperti ini, masyarakat bisa menganggap semua kebijakan dewan hanya untuk kepentingan Pilkada, bukan murni untuk rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Ubaidillah secara tegas menolak dikaitkan dengan isu pencalonan tersebut dan memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Sikap serupa juga ditunjukkan Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah.
Melalui akun pribadinya, Firdaus bahkan meminta agar foto yang beredar segera dihapus.
“Mohon maaf, tolong ini dihapus. Saya belum terpikir untuk maju sebagai calon kepala daerah. Saat ini fokus menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua DPRD,” tulisnya.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak terprovokasi dan lebih mendorong DPRD agar tetap konsisten bekerja menyelesaikan persoalan rakyat.
Dengan Pilkada yang masih cukup lama, berbagai pihak berharap ruang publik diisi dengan isu-isu pembangunan dan kesejahteraan, bukan spekulasi politik yang belum waktunya. (Red)


