Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Langkah Kecil FH, Menyapa Semua Kalangan dan Menebar Makna

Kamis, 01 Oktober 2026 | Oktober 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-02T04:28:53Z


PALI — Ada langkah yang tak selalu riuh terdengar, tetapi meninggalkan jejak dalam ingatan. Ada pula kebaikan yang tak selalu diumumkan, namun tumbuh menjadi energi positif bagi orang-orang yang ditemuinya.


Sosok itu adalah Firdaus Hasbullah, SH., MH., Wakil Ketua II DPRD Kabupaten PALI yang akrab disapa FH. Ia kerap tampil di tengah berbagai elemen masyarakat dengan pendekatan yang terbuka, membangun komunikasi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Firdaus dilantik sebagai Wakil Ketua II DPRD PALI periode 2024–2029. 


Bagi FH, ruang perjumpaan dengan masyarakat bukan sekadar tempat untuk berbicara, tetapi juga ruang untuk saling belajar, bertukar pikiran dan menanamkan nilai-nilai kebaikan.


Dalam sejumlah pernyataannya, Firdaus juga menekankan pentingnya persatuan, gotong royong, musyawarah, kesehatan, kewaspadaan masyarakat, serta kepedulian terhadap sesama. 


“Jangan melihat perbedaan sebagai alasan untuk menjauh. Justru dari perbedaan kita belajar memahami, dari kebersamaan kita menemukan kekuatan.” jelasnya dengan nada santai. 


Barangkali itulah makna dari langkah kecil yang terus dijalani: hadir tanpa memilih siapa yang layak disapa, berbicara tanpa melihat latar belakang, serta memberi tanpa harus selalu menunggu sesuatu kembali.



Namun setiap langkah seorang pejabat publik tentu tidak pernah lepas dari sorotan. Ada yang melihatnya sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat, ada pula yang membaca setiap geraknya melalui perspektif politik. Penilaian seperti itu merupakan bagian dari ruang demokrasi.


Bagi Firdaus, penilaian manusia adalah hak setiap orang. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang mempertanggungjawabkan niat dan perbuatannya di hadapan Tuhan.


Sebab pada akhirnya, manusia hanya mampu melihat apa yang tampak, sementara Allah mengetahui apa yang tersembunyi di balik setiap niat.


Maka berbuat baik tidak semestinya selalu dihitung dari apa yang akan kembali kepada diri sendiri. Kebaikan terkadang hadir sebagai rezeki, dipertemukan dengan orang baik, dimudahkan sebuah urusan, atau bahkan dalam bentuk balak yang tidak pernah sampai kepada kita. Dan di situlah nilai sebuah kebaikan menemukan maknanya.


Bukan tentang siapa yang melihat.

Bukan tentang siapa yang memuji.

Bukan pula tentang apa yang akan diperoleh.

Melainkan tentang bagaimana kita meninggalkan jejak yang baik di tengah perjalanan hidup.


Pesan edukasi yang sering ditekankan FH pun berpijak pada semangat kebersamaan, masyarakat perlu saling menghormati, menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, serta menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan untuk membangun daerah. 



Karena menjadi manusia, pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa tinggi kita berdiri, tetapi seberapa banyak tangan yang pernah kita rangkul, hati yang pernah kita tenangkan, dan kebaikan yang pernah kita tinggalkan.


Sebab langkah kecil yang dilakukan dengan niat baik, bisa saja menjadi jalan panjang menuju kebermanfaatan.


“Kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang kelak menjadi penyelamat. Maka berbuat baiklah, meski kecil, sebab Allah tidak pernah menyia-nyiakan setiap kebaikan.” pungkasnya. 



×
Berita Terbaru Update